Streaming

PTPN RADIO

Current track

Title

Artist


Siapa Kamu di Masa Pandemi Ini?

Written by on October 23, 2020

Bisa dikatakan bahwa pandemi telah mengubah segalanya. Kini dunia berjalan dengan tatanan dunia baru. Dari yang biasanya sekolah tatap muka menjadi sekolah virtual, hingga berbagai protokol kesehatan dalam aktivitas harian. Tatanan kehidupan baru ini juga mendorong Jakadara untuk bergerak dari zona aman. Banyak dari Jakadara yang menemukan hobi baru, bahkan banyak yang juga mencoba peruntungan baru demi menambah pundi-pundi pendapatan, salah satunya dengan berdagang. Nah, siapakah Jakadara di masa pandemi ini?

Si Bakul Anyaran

Alias si penjual baru atau orang yang baru merambah dunia perdagangan. Tak bisa dipungkiri pada masa pandemi ini banyak karyawan yang di rumahkan atau diberikan cuti tanpa tunjangan. Ini membuat banyak orang jungkir balik untuk memperoleh pendapatan baru atau sekedara memperoleh pendapatan tambahan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah berjualan. Biasanya para bakul anyaran ini tidak menggunakan fitur di instagram, facebook, ataupun marketplace. Mereka memulai dari yang paling dekat dengan keseharian yaitu dengan story whatsapp. Yang masih malu-malu biasanya menggelar beberapa foto dagangan, namun tak jarang yang menggelar lapak tanpa tanggung-tanggung. Story whatsapp tak hanya titik-titik, namun membentuk lingkarang penuh saking banyaknya dagangan. Bakul anyaran ini termasuk bakul yang sopan, biasanya sebelum menggelar lapaknya akan ada story peringatan dulu agar teman-temannya tidak kaget, “Gengs, maaf ya aku gelar dagangan dulu, yang tidak berkenan bisa skip.”

Bukan Sultan, Hanya Suka Jajan

Dengan banyaknya bakul anyaran, maka lahirlah hasrat untuk jajan yang makin menggebu-gebu. Hampir semua orang di kontak whatsapp kini berjualan, otomatis tiap buka story isinya dagangan. Yang paling berbahaya adalah bakul makanan atau cemilan. Fudgy brownies tebal nan menggoda, mentai rice yang menggairahkan, es kopi botolan yang bikin penasaran, belum lagi snack-snack garingan yang asyik buat cemilan. Kala godaan datang, biarpun bukan sultan tetap harus jajan. Alasan yang paling logis dari aksi jajan ini adalah “bantuin temen”. Nggak salah juga sih ya… Dengan nglarisi dagangan teman, minimal Jakadara sudah membantu perputaran ekonomi lokal. Doa dan kerja harus makin kencang, biar nggak besar pasak daripada tiang.

Si Hemat, Biar Dompet Nggak Sekarat

Jakadara tipe ini kerap memperhatikan update story dagangan teman-temannya dalam diam. Dia memiliki kemampuan pengendalian diri yang luar biasa. Gimana nggak, lihat jajanan yang menggoda dia tidak tergoda. Lihat barang-barang yang lucu dia biasa aja. Bukan berarti dia sudah mati rasa, bukan…. Si hemat ini biasanya sudah memiliki rencana keuangan yang baik. Dia juga mengalokasikan uang yang diperolehnya pada pos-pos tertentu. Misalnya saja setelah gajian, maka dana yang diperoleh akan langsung didistrisbusikan untuk pos cicilan, dana darurat, investasi, dan belanja bulanan. Jadi, bukan berarti dia tidak punya uang untuk belanja atau pelit, tapi dia sangat berhati-hati dalam mengeluarkan uangnya, jangan sampai minus. Demi masa depan cemerang tanpa hutang gengs.

Beli Nggak, Nyinyir Iya

Tipe Jakdara yang satu ini bisa dibilang memilliki kemampuan yang mirip bu Tejo “Tilik”. Selalu memantau tiap pergerakan dari teman-temannya, update informasi dan tentunya nyinyir…. Dia merasa bakul-bakul anyaran ini cukup mengganggu dan meresahkan. Merasa timeline story whatsapp jadi penuh dengan berbagai dagangan. Padahal sih kalau  mau solutif, Jakadara dapat menggunakan mode mute story teman-teman bakul yang dikehendaki. Semudah itu. Dadhi uwong ki mbok sing solutif, lhak yo ngono tho Yu Ning…. Eh!

Jadi, siapakah Jakadara di masa pandemi ini? Hehehe…


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *