Streaming

PTPN RADIO

Current track

Title

Artist


Setelah Putus Kalian Tetap Temenan Sama Mantan, Cuekin Aja, atau Musuhan?

Written by on October 23, 2020

Namanya hubungan romantis antar manusia pasti akan ada masalah di dalamnya. Jika tidak dapat mengatasi masalah tersebut, maka biasanya suatu hubungan romantis harus diakhiri alias putus. Setelah putus, kadang hubungan dengan mantan tidak serta merta putus. Hmmm… Setelah putus biasanya Jakadara tetap temenan, cuekin aja, atau malah musuhan nih?

Temenan Sama Mantan

Ada yang bilang kalau ada Jakadara yang masih bisa berteman dengan mantan adalah suatu sikap yang bijaksana.  Tapi apakah betul seperti itu? Menurut Rebecca Griffith, seorang Psikoog dari Universitas Kansas Amerika Serikat, berdasar penelitian. Sekitar 60% pasangan yang putus tetap bersahabat. Namun itu tergantung pada tujuan setiap orang. Hubungan pertemanan itu juga memiliki dua sisi. Sisi positifnya adalah karena Jakadara merasa aman karena tetap memperoeh dukungan emosional dari orang lain yang pernah dekat. Sedangkan sisi negatifnya adalah kerap muncul perasaan cemburu atau depresi jika sang mantan sudah move on dan menemukan pasangan baru.

Cuek Sama Mantan

Sikap cuek atau kurang peduli ini dapat muncul sebagai bentuk keinginan untuk move on dengan sopan. Jika mantan menampakkan sikap yang peduli namun sudah tak menyisakan rasa suka, Jakadara dapat mencoba untuk mulai mengurangi komunikasi. Apalagi jika salah satu sudah move on dan memiliki pasangan baru, maka saat itu ada sebuah hati yang harus dijaga perasaannya. So,wahai mantan. Kita B aja ya….

Musuhan Sama Mantan

Batas antara cinta dan benci sangat tipis. Jika hari ini Jakadara merasa amat mencintai kekasih, bisa jadi perasaan itu dapat berubah menjadi benci ketika Jakadara menemui suatu masalah pelik dalam hubungan, misanya  perselingkuha. Perselingkuhan adalah salah satu alasan putus yang banyak terjadi. Dengan kasus seperti itu bukan tak mungkin Jakadara musuhan sama mantan. Namun apakah baik jika Jakadara marah dan musuhan? Menurut psikolog Frederic Luskin dari Universitas Stanford Amerika Serikat, memaafkan suatu kesalahan memang tidak mudah sehingga diperlukan proses yang panjang. Namun dengan memaafkan Jakadara akan lebih tenang dan siap untuk move on.

 

Nah, Jakadara punya pengalaman apa nih sama mantan? Sharing yuk….


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *