Streaming

PTPN RADIO

Current track

Title

Artist


Alasan Kenapa Kamu Perlu Detox Media Sosial

Written by on October 8, 2020

Apa hal pertama yang Jakadara lakukan saat bangun tidur? Memeriksa chat whatsapp? Cek komen dan
likes di Instagram, Facebook, dan Twitter? Atau sekedar membaca update berita?Ada survei yang
melaporkan bahwa 80% pengguna smartphone memeriksa perangkat mereka setelang bangun tidur dan
64% orang Indonesia menghabiskan waktu 8 jam sehari menggunakan smartphone. Bagaimana jika
Jakadara menggunakan smartphone lebih dari itu? Apakah bisa dibilang kecanduan? Bisa jadi.

Nyatanya internet dan media sosial sudah menjadi bagian dari hidup Jakadara and we can’t live without
it. Jika Jakadara merasa overwhelmed dengan media sosial yang berdampak buruk bagi diri Jakadara,
ada baiknya Jakadara melakukan detox media sosial. Menteri Pendidikan kita, Bapak Nadiem Makarim
saja memutuskan untuk tidak memiliki media sosial lho. Namun, Jakadara tidak perlu seekstrim itu.
Jakadara dapat mendoba satu atau dua minggu untuk sejenak lepas dari dunia maya.

Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat mengakibatkan masalah kesehatan mental., salah
satunya adalah depresi. Respon berupa komen dan likes merupakan hal yang diharapkan oleh sebagian
besar orang saat mengunggah sesuatu di media sosial. Untuk memperoleh respon yang berlimpah,
banyak yang memberikan penampilan semu dan dapat memicu keinginan untuk tampil sempurna. Jika
tidak dapat mencapainya, maka bukan perasaan senang yang didapat, namun perasaan sedih, kecewa,
dan putus asa yang akan berujung pada depresi.

Ada juga perasaan FOMO (Fear of Mising Out) atau takut ketinggalan sesuatu yang terjadi di media
sosial seperti gossip atau sekedar obrolan asyik sehingga Jakadara terus-terusan mengecek media sosial.
Suka membandingkan diri dengan pengguna media sosial lain juga menjadi salah satu isu masalah
kesehatan mental yang banyak mengganggu generasi milenial.

Beberapa langkah detox seperti mengurangi waktu untuk online, mengubah fokus kepada hal-hal nyata
yang di dekat Jakadara serta lebih bersyukur dapat membantu memulihkan diri Jakadara. Teknologi dan
internet itu layaknya sebuah pisau yang tajam, baik dan buruknya ada ditangan Jakadara.

Nah, apakah Jakadara tertarik untuk mencoba detox media sosial, atau malah sudah selesai
melakukannya?


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *