Selain jadi tempat berputarnya perekonomian masyarakat, Pasar Gede Solo juga jadi tujuan wisata. Anda bisa jalan-jalan sambil nyicip kuliner khas Surakarta.

Dikenal juga dengan nama Pasar Gede Harjonagoro, pasar ini telah berpuluh-puluh tahun menjadi tujuan belanja di Solo. Sebagai pasar induk tradisional terbesar di Solo, pasar yang didirikan pada tahun 1923 oleh Pakubuwono X ini memiliki hampir 1.000 pedagang saat ini. Bangunannya yang megah dengan atap yang sangat besarlah yang membuatnya dinamakan sebagai Pasar Gede. Seorang arsitek Belanda, Ir. Thomas Karsten, berperan besar dalam desain bangunan bersejarah tersebut.

Pasar Gede Solo, pasar tradisional terbaik milik Kota Solo

Nama Harjonagoro diambil dari nama kepala Pasar Gede Solo pertama, yaitu K.R.T. Harjonagoro. Beliau merupakan budayawan Jawa keturunan Tionghoa dengan nama asli Go Tik Swan, yang karena jasanya, diberi gelar kehormatan oleh Pakubuwono XII. Kini, namanya diabadikan sebagai nama pasar tradisional terbaik se-Jawa Tengah tahun 2011 tersebut.

pasar-gede-solo-belanja-di-solo
source : poenyakoer.com

Meski bangunan tersebut tidaklah sama persis dengan pasar yang dibangun pertama kali, namun tetap memiliki daya tarik sebagai bangunan kuno yang sarat filosofi. Dibangun di tengah kawasan pecinan, ornamen Cina banyak menghiasi pasar tersebut.

Meski berada di kota berpenduduk mayoritas Islam, namun pedagang dan penduduk berbeda ras dapat hidup di dalam pasar dan sekitarnya. Hanya 20 langkah dari pasar, anda dapat jalan-jalan menuju kelenteng Vihara Avalokitesvara Tien Kok Sie di Jalan Ketandan. Tidak heran, setiap Imlek datang, kemeriahan perayaannya pun dirasakan di kawasan pasar.

Bangunan pasar pernah direnovasi 2 kali. Pasar tersebut pernah rusak ketika Agresi Militer Belanda tahun 1947, lalu menjadi sasaran amuk massa pada pemilihan presiden Republik Indonesia tahun 1999. Renovasi kedua justru membuat pasar ini semakin keren karena dilengkapi pula fasilitas jalan khusus penyandang difabel agar dapat menjelajahi pasar.

Berbelanja sambil wisata kuliner khas Solo

Pasar ini menjadi sentra kebutuhan pokok sehingga wajar kalau masyarakat memilih belanja kebutuhan sehari-hari di sini. Sayur-sayuran dan buah-buahan segar, bumbu masak, serta daging dapat anda temui di bagian tengah dari bangunan 2 lantai ini. Rasanya, kurang lengkap juga kalau anda tidak sekalian icip-icip makanan khas Kota Solo. Di sekeliling lapak, anda juga bisa menemukan banyak sekali makanan yang jadi incaran para penikmat kuliner nusantara lho.

Kalau anda butuh sarapan, coba cicipi pecel ndeso. Pecel ini disajikan dengan nasi merah, dilengkapi dengan aneka sayuran, termasuk bunga turi, juga mie goreng. Tidak seperti pecel umumnya, anda bisa pilih sambal untuk pecel anda, mau sambal kacang ataukah sambal wijen hitam.

Di pintu masuk pasar, anda bisa beli ketupat yang disiram sambal cabuk (terbuat dari wijen dengan parutan kelapa) dan dilengkapi kerupuk beras, lalu diberi alas dari daun pisang pincuk. Tak jauh dari situ, anda wajib cicipi dawet telasih dan gempol pleret di lapak milik Bu Siswo. Selain dawet telasih dan gempol pleret, anda bisa mencoba bubur sumsum, bubur ketan hitam, dan es cendol juga.

pasar-gede-solo-belanja-di-solo
source : food.detik.com

Di seberang lapak Bu Siswo, terdapat lapak yang menjual makanan khas Solo lainnya, yaitu gethuk lindri dan brambang asem. Brambang asem sendiri adalah makanan yang terbuat dari rebusan daun ubi jalar yang diberi sambal brambang asem. Kuliner ini biasanya  menjadi pendamping ketika anda menyantap tahu-tempe baceman ataupun tempe gembus.

Kuliner murah meriah lain yang tak kalah ciamik adalah nasi tumpang. Resep turun-temurun jadi pemikat rasa menu jadul ini. Nasi yang diberi pendamping tahu putih dan rebus ini disiram dengan tempe busuk yang telah diolah sebagai bahan utamanya. Rasanya? Coba sendiri saja biar tidak penasaran. Yang jelas, mantap!

Kalau sudah kenyang, jangan langsung pulang dulu. Di perjalanan pulang, anda bisa makan cemilan jajanan pasar yang bisa anda dapatkan di toko milik Bu Suminem. Bu Suminem memiliki sekitar 11 jenis lenjongan (jajanan), seperti klepon, sawut, ketan putih, gathot, cenil, dan jagung grontol.

pasar-gede-solo-belanja-di-solo
source : laksanahotel.com

Mari menuju Pasar Gede Solo

Karena terletak di pusat Kota Solo, anda tidak perlu bingung mencarinya. Pasar ini tepat berada di seberang kantor Balaikota Solo. Kalau anda datang dari Yogyakarta, anda bisa naik kereta api Prambanan Ekspres (Prameks) dan turun di Stasiun Purwosari. Dari stasiun, tersedia Bus Batik Trans Solo yang langsung mengantarkan anda tepat di Pasar Gede Solo.

Cover image source : klikhotel.com


Pasar Gede Solo

  • Alamat      : Jl. Urip Sumoharjo, Jebres, Sudiroprajan, Jebres, Surakarta
  • Kegiatan   : belanja kebutuhan pokok, wisata kuliner
  • Jam buka : 05.00-15.00 WIB
  • GPS            : -7.5690727,110.829089

Content dari : https://bonvoyagejogja.com/pasar-gede-solo-pasar-tradisional-terbesar-dan-tertua-di-kota-solo/

Komentar